IcepMulyana

Just another Blog Civitas UPI weblog

TUGAS METLIT 2

July2

MEMANFAATKAN SOCIAL NETWORKING SYSTEM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN BAGI SISWA DAN GURU UNTUK MENGATASI MASALAH PENURUNAN MINAT SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI DALAM KELAS.

Nama penulis : Icep Mulyana

Nim : 0608658

Jururan/ prodi : Pendidikan Ilmu KOmputer

Fakultas : FPMIPA

Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

I. PENDAHULUAN

Perkembangan internet dewasa ini melaju demikian cepat. Berbagai dimensi telah dilalui oleh internet. Internet telah membentuk peradaban baru dunia modern. Berbagai sisi kehidupan kita kini semakin tidak dapat terlepas dari keberadaannya. Hampir setiap informasi yang kita butuhkan tersedia di belantara internet. Internet sangat kompleks dan bersifat global. Berbagai macam informasi dari beragam sumber tersaji secara lengkap mulai dari hal-hal umum seperti masalah ekonomi, politik, dan sosial budaya, hingga hal-hal yang lebih spesifik. Mengingat internet bersifat global, informasi yang tersaji di internet tentu juga tersaji dalam berbagai bahasa, tergantung pada sumber penyediainformasi dan komunitas tujuan yang menjadi target informasi

Perkembangan media internet sebagai salah satu alternatif untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bentuk seperti situs pendidikan, e-learning, dan blog.

a. Latar belakang masalah

Di era globalisasi ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) semakin pesat. Dengan pesatnya perkembangan ICT telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan.

Konsep pembelajaran berbasiskan ICT khususnya internet dianggap menjadi semakin popular dan penting untuk meningkatkan tahap pencapaian seorang pelajar di dalam pelajarannya. Peralatan pembelajaran ICT dikelaskan kebeberapa kategori yang salah satunya adalah peralatan informasi (informative tools) seperti sistem internet, CD-ROM, halaman web dan sebagainya.

Media untuk mengakses internet itu sendiri adalah komputer, baik desktop maupun laptop. Dengan kata lain basic pembelajaran melalui internet adalah computer. Faharol Razi (1998) menyatakan istilah Komputer Dalam Pengajaran dan Pembelajaran diambil daripada istilah asalnya dalam Bahasa Inggeris yaitu Computer-Based Instruction (CBI) yang bermaksud pengajaran terancang berasaskan komputer. Criswell (1989) pula mendefinisikan Pengajaran dan Pembelajaran Berbasis Komputer sebagai penggunaan komputer dalam menyampaikan bahan pengajaran dan melibatkan pelajar secara aktif dan interaktif.

Menurut Gagne dan Briggs dalam Rosenberg (2000), computer dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena computer memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki media pembelajaran lain yaitu hubungan interaktif, pengulangan, dan hubungan timbale balik.

Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini tidaklah terjadi secara tiba-tiba, melainkan terjadi secara bertahap. Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi karena manusia selalu dihadapkan pada tantangan alam, situasi dan kondisi yang memicu daya kreatinitasnya. Selalu terdapat dorongan untuk membuat manusia melangkah ke arah kemajuan dan dorongan tersebut adalah rasa ingin tahu (curiousity) (Mutansyir, 2002: 63). Semua hal yang terjadi sampai sekarang ini merupakan rangkaian panjang sejarah peradaban manusia.

Pesatnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut telah menghadirkan tantangan (dan kesempatan) bagi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Pendidikan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang sangat kompleks, salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkiprah di era globalisasi ini. Untuk itu, lembaga pendidikan sebagai suatu institusi yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia diharapkan mampu memberikan yang terbaik dengan melakukan terobosan berikut upaya perbaikan dengan tujuan untuk peningkatan kualitas proses dan produk pendidikan.

Untuk membangun sistem pendidikan Indonesia yang berkualitas diperlukan adanya dukungan seluruh komponen secara menyeluruh dan berkesinambungan. Perkembangan global saat ini menuntut adanya perkembangan dari segi kualitas sumber daya manusia (Nurkolis, 2002: 1). Dunia pendidikan Indonesia telah mengalami banyak transformasi, mulai dari metode, fokus, kurikulum, dan lainnya.

Seluruh komponen pembelajaran diharapkan harus dapat bekerja sama untuk mencapai hasil efektif untuk peningkatan pembelajaran. Misalnya, seorang pengajar harus memiliki kompetensi dasar dalam hal pengelolaan dan pengaturan untuk menciptakan iklim belajar dan mengajar yang kondusif sehingga memungkinkan dilaksanakannya kegiatan proses belajar mengajar yang sesuai dengan kompetensi siswa masing-masing. Kompetensi dasar profesional ini tentunya harus ditunjang dengan strategi khusus mengingat kondisi setiap kelas berbeda-beda. Ada kalanya, suatu strategi tertentu di kelas A mungkin tidak bias berlaku efektif sama jika strategi tersebut diaplikasikan di kelas B. Itu berarti untuk memiliki kompetensi ini seorang pengajar harus memiliki pengetahuan awal tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran seperti hakekat belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar, ciri-ciri belajar dalam suatu bidang tertentu, minat dan sikap pembelajar, serta latar belakang pembelajar. Jika hal tersebut tidak dimiliki, maka akan membuat suasana belajar menjadi membosankan.

Suasana belajar di kelas yang membosankan dapat berdampak negative bagi seorang pelajar, seperti menurunnya prestasi belajar. Seiring dengan perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT), dalam dunia pendidikan, memberikan tantangan sekaligus kesempatan bagi pengajar dan peserta ajar agar dapat digunakan secara efektif di dalam pembelajaran di kelas. Jika pembelajaran di dalam kelas tidak dapat dilakukan maka pelajar dan pengajar dapat memanfaatkan ICT untuk proses pembelajaran. ICT mampu menjadi media pembelajaran yang memberikan nuansa kreativitas, inovasi, dan unsure senang, khususnya bagi mereka yang tidak berada di dalam kelas dapat dapat berkomunikasi dengan cara inovatif yang ada, misalnya secara synchronous ataupun asynchronous, melalui media online.

Seiring dengan perkembangan ICT dewasa ini, terdapat banyak media online yang gratis yang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Tools seperti blog, webpage, social networking system (friendster, facebook, tagged, dan lainnya), dan Content Management System (CMS) bias digunakan untuk media pembelajaran yang efektif dan efisien.

Blog (bentuk sederhana dari weblog) adalah sebuah laman (situs) seseorang yang sering di update yang sering disebut dengan jurnal (diari) online (Rouf dan Sopyan, 2007). Facebook dan friendster adalah bentuk dari social networking system yang paling sering digunakan baik di Indonesia maupun dunia. Mulai dari kalangan remaja SMP, SMA, mahasiswa, guru, dosen, artis, politikus, pejabat, karyawan sampai presiden memiliki account di facebook dan atau friendster.

Majalah BusinessWeek (September 2008), melaporkan bahwa pertumbuhan pengguna Facebook di AS itu melambat, sementara itu pertumbuhan di luar AS justru meningkat tajam. Kemudian muncul publikasi mengenai Facebook di Indonesia oleh Inside Facebook seperti ini :

“At growth rate 645% in 2008, Indonesia has been the fastest growing country on Facebook in Southeast Asia, outpacinggrowth in China, India, Malaysia, Thailand, and Singapore. Suprisingly, the 83,.000 Indonesians on Facebook are a small minority in their own country. With 0.4% penetration, they represent just a small portion of the of 237 million people in Indonesia.”

Hal ini bias menjadi parameter untuk menunjukkan gairah pengguna internet di Indonesia dan tentu saja berdampak positif. Dengan demikian, exposure terhadap dunia maya semakin bagus, dan mudah-mudahan diikuti dengan pemanfaatan yang positif untuk kemajuan kapasitas belajar bangsa Indonesia

(http://www.ririsatria.net/2009/01/20/masih-tentang-facebook/).

Penggunaan internet dikalangan para siswa dan pelajar saat ini lebih banyak digunakan untuk melakukan hal-hal yang kurang produktif, seperti chating ,friendster-an, facebook-an, bermain game online, dan mengakses pornografi. Bagaimana jika seandainya media online gratis seperti facebook dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, apakah akan lebih produktif ? Apakah cara itu lebih efektif dibandingkan media lain ? Dan apakah dapat mengatasi masalah kurangnya minat belajar siswa di dalam kelas ?.

b. Perumusan masalah

Seperti yang telah peneliti uraikan di atas bahwa di era globalisasi ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) semakin pesat. Dengan pesatnya perkembangan ICT telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan.

Pemanfaatan ICT di bidang pendidikan salah satunya adalah dengan menggunakan internet, namun sayang, fasilitas itu belum dimanfaatkan oleh para siswa atau pelajar untuk hal-hal yang lebih produktif, misalnya penggunaan facebook yang semata-mata hanya untuk mengikuti tren supaya tidak ketinggalan zaman, atau hanya digunakan sebagai media chating, atau curhat-curhatan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penelitian yang dilakukan penulis slebih terfokus pada :

1. Pemanfaatan Social networking system (Facebook) sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien bagi siswa dan guru untuk mengatasi masalah penurunan minat siswa dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.

2. Apakah facebook dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang produktif.

c. Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui pemanfaatan Social networking system (Facebook) bagi siswa dan guru sebagai media pembelajaran.

2. Untuk mengetahui apakah facebook dapat menyelesaikan masalah penurunan minat belajra siswa di dalam kelas.

d. Manfaat penelitian

Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki sistem pembelajaran di dunia pendidikan Indonesia.

e. Landasan teoritis

Internet

Secara harfiah, internet (interconnected-networking) ialah rangkaian computer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf “I” beasar) ialah sistem computer umum, yang terhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protocol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Internet).

Menurut Lani Sidharta (1996) : walaupun secara fisik internet adalah interkoneksi antar jaringan computer, namun secara umum internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hamper seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik, pendidikan dan lain sebagainya.

Social networking system

Social Networking adalah sebutan lain terhadap web community. Social Networking adalah tempat untuk para netter berkalaborasi dengan netter lainnya. Bentuk kalaborasi antara lain adalah saling bertukar pendapat/komentar, mencari teman, saling mengirim email, saling member penilaian, saling bertukar file dan lain sebagainya. Intinya dari situs social networking adalah interaktifitas.

Situs social networking diantaranya adalah : MySpace, Facebook, Windows Live Spaces, Friendster, His, Flickr, Orkut, Flixter, Multiply, Netlog dan lain sebagainya.

(http://asalketik.com/2009/04/01/situs-social-networking/)

System

System adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu dalam sistem tersebut.

(http://www.total.or.id/info.php?kk=system)

Kompetensi

Finch dan Crunkilton (dalam Mulyasa, 2003: 37) menyatakan bahwa kompetensi berarti penguasaan terhadap tugas, keterampilan, tingkah laku, dan penghargaan-penghargaan yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan atau suatu prestasi. Padmadewi (2004) menambahkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dalam mata kuliah dan mata praktikum yang harus dimiliki oleh lulusan; kemampuan yang harus dapat dilakukan oleh mahasiswa. Pada dasarnya, kedua pendapat tersebut memiliki ide yang sama tentang pengertian kompetensi yang pada intinya mengacu pada kemampuan mahasiswa untuk melakukan sesuatu berdasarkan suatu standar tertentu.

Motivasi

Gardner dan Tremblay (1994) menyatakan bahwa motivasi berhubungan dengan bagaimana seseorang bertingkah laku. Disebutkan bahwa terdapat 4 aspek dalam motivasi, antara lain 1) tujuan, 2) usaha, 3) keinginan mencapai tujuan, dan 4) tingkah laku yang mendukung pencapaian suatu pemecahan masalah. Selain itu,motivasi juga di definisikan sebagai suatu awal untuk menciptakan dan menjaga tingkah laku seseorang menuju pencapaian tujuan (Ames & Ames, 1989). Aspek motivasi ini sangat penting karena berperan dalam menentukan keaktifan dan tingkah laku siswa dalam belajar (Ngeow, 1998).

Oxford & Shearin (1994) lebih lanjut menyatakan bahwa motivasi adalah hasrat untuk mencapai tujuan, dikombinasikan dengan usaha untuk mencapai tujuan tersebut.

Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK)

Karena perkembangannya yang pesat, TIK dipandang sebagai suatu hal yang mampu memberikan tantangan sekaligus kesempatan. Bahkan UNESCO, dalam pertemuannya di Dakkar, April 2000, telah menyatakan pemanfaatan TIK sebagai salah satu strategi utama untuk mencapai misi “Pendidikan Bagi Semua” (EFA/Education for All) (UNESCO-CI.htm, 2005). Pelgrum (1996) lebih lanjut menyatakan bahwa TIK:

1. mampu memotivasi mahasiswa/ siswa untuk berkolaborasi satu sama lainnya dan bertanggung jawab terhadap proses pembelajarannya masing-masing,

2. membantu bakat individu, memberi kemandirian, dan rasa percaya diri yang sepantasnya,

3. membantu mahasiswa/siswa menggunakan imaginasi mereka dan mempromosikan kreativitas, dan

4. membangun inkuiri dan keterampilan berkomunikasi serta membentuk kemampuan mahasiswa/ siswa akan konteks-konteks yang membutuhkan pemikiran kritis, pengambilan keputusan, dan kegiatan-kegiatan pemecahan masalah.

f. Metode penelitian

Sifat dan jenis penelitian, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan melakukan pengkajian terhadap data obyektif, baik primer maupun sekunder sehingga penelitian ini bisa disebut sebagai jenis penelitian model terapan (Sugiyono, 2000), Penelitian yang akan dilakukan ini adalah bersifat deskriptif analistis (Whyte, 1943), karena berusaha untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil Observasi, Indepth Interview (wawancara mendalam), maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan.

REFERENSI

Article Situs Web Pendidikan Indonesia – Berita IT dan artikel

http://www.beritanet.com/Education/situs-web-pendidikan-1.html ,[online] 14April 2009

Wulandari, Indah Sri, Visi 2030 dan Pendidikan (1): Tentang mimpi besar Indonesia

http://iswekon.wordpress.com/2009/02/06/visi-2030-dan-pendidikan-1-tentang-mimpi-besar-indonesia/, [online] 15 April 2009

Artikel Pendidikan Network – Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Pembelajaran IPS

http://re-searchengine.com/mangkoes6-04.html, [online] 14 April 2009

Menuju Indonesia Berbasis Teknologi Informasi melalui Optimalisasi Pemanfaatan Internet – ICTWomen: Indonesia women portal

http://www.ictwomen.com/article/9/tahun/2009/bulan/03/29/id/948/, [online] 15 April 2009

Santosa, Made Hery, Pemanfaatan Blog (Jurnal Online) Dalam Pembelajaran Menulis

Masidjo. 1995. Pencapaian Hasil belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Cetakan Ketiga. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya.

Mutansyir, R. 2002. Sejarah Perkembangan Ilmu. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Padmadewi, I.N. 2004. Authentic Assessment (Pengukuran Otentik). Singaraja: IKIP

Negeri Singaraja.

Santosa, M. H. 2005. Pengembangan Model Pembelajaran Diktatori Berbasis Multimedia (Multimedia-Based Dictatory Learning) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Dictation pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Negeri Singaraja. Singaraja: IKIP Negeri Singaraja.

Sam, Hong Kian, Dari Literasi Komputer Ke Kompetensi Teknologi

posted under Tugas Metlit

Email will not be published

Website example

Your Comment: